Kasus Kelalaian Pasukan
Pengamanan Presiden

5 September 1975
Presiden AS Gerald Rudolph Ford, Jr, mengalami dua kali upaya pembunuhan namun tidak terluka. Percobaan pembunuhan pertama terjadi pada tanggal 5 September 1975 di Sacramento, California. Lynette Fromme, pengikut Charles Mason mengarahkan pistol Colt 45 ke Ford, namun tidak berhasil membunuhnya. Fromme dipenjara seumur hidup.

Pada 22 September 1975, Sara Jane Moore mencoba membunuh Ford saat dia sedang mengunjungi San Fransisco. Usahanya gagal. Satu orang terluka kena tembakan, dan Moore dipenjara seumur hidup.

30 Maret 1981
Presiden AS Ronald Reagan. Pada tanggal 30 Maret 1981, dia dan sekretaris persnya James Brady serta dua orang lagi diserang dengan tembakan oleh John Hinckley Jr. Paru-paru kiri Reagan tertembus peluru, namun dia selamat.

6 Oktober 1981
Presiden Mesir Anwar Sadat tewas ditembak dalam sebuah parade militer oleh perwira militer yang tergabung dalam kelompok Jihad Islam Mesir. Dia dibunuh karena dianggap mengkhianati Islam dan dunia Arab dengan menandatangani perjanjian Camp David, sebuah perjanjian damai dengan Israel. Pelakunya adalah Khalid Islambuli. Dia dan sejumlah perwira militer dijatuhi hukuman mati.

31 Oktober 1983
Perdana Menteri India Indira Gandhi dibunuh oleh dua orang pengawalnya, Satwant Singh dan Beant Singh di taman kediamannya, saat ia hendak menghadiri wawancara dengan Peter Ustinov, aktor Inggris.
Kedua pembunuh Gandhi itu diidentifikasi sebagai pengikut aliran Sikh. Mereka membunuh Gandhi karena mengeluarkan instruksi penyerangan terhadap Kuil Emas milik para pengikut Sikh di negara bagian Punjab.

Desember 2003
Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf selamat dari dua upaya pembunuhan di Rawalpindi, dekat Islamabad. Tersangka diduga terkait Al-Qaeda. Musharraf akan dibunuh karena mendukung perang melawan teroris yang dipimpin AS.

Serangan kedua di wilayah yang sama saat pengebom bunuh diri menabrakan mobil penuh bahan peledak ke konvoi Presiden. Serangan ini menewaskan 15 orang.

10 Mei 2005
Presiden AS George W. Bush saat berpidato di Georgia, sebuah granat dilemparkan oleh Vladimir Arutian ke arah podium dimana Bush dan Presiden Georgia Mikhail Saakashvilii duduk. Granat itu jatuh di tengah kerumunan namun tidak meledak. Arutian ditangkap pada bulan Juli 2005 dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

18 September 2006
Presiden interim Somalia Abdullahi Yusuf Ahmad nyaris tewas dalam insiden ledakan bom. Dua bom berdaya ledak tinggi meledak beberapa saat setelah presiden meninggalkan gedung parlemen di Baidoa. Sedikitnya 11 orang tewas, termasuk adik Abdullahi.

Categories: